fbpx

Mengenal dr. Rika Sukono yang Melayani Sepenuh Hati

Siapa dr. Rika Sukono?

dr. Rika Sukono sudah mendalami dunia kecantikan sejak 2015. Masih muda, cantik dan memiliki pengalaman. Ketertarikannya pada dunia kecantikan mengantarkan dr. Rika Sukono pada profesi yang kini ditekuninya. Dokter Estetika.

Wanita kelahiran Jakarta, 5 September 1991 ini menamatkan pendidikan kedokterannya di Universitas Katolik Atmajaya. Selepas menempuh pendidikan kedokteran ia kembali mendalami ilmunya di salah satu klinik kecantikan Korea. Klinik yang berbasis di Jakarta selama dua tahun.

Di sana dr. Rika semakin memperdalam ilmunya. Terutama perawatan-perawatan yang sering dilakukan dokter kulit Korea. Bahkan ia juga mempelajari bagaimana karakter orang Korea dalam melakukan perawatan kulit. Sehingga menjadi cantik dan sempurna seperti yang mereka inginkan.

Menguasai Perawatan Ala Korea, US dan Eropa

dr. Rika tidak hanya mendalami perawatan kecantikan berbasis Korea. Ia juga tertarik pada jenis perawatan dan inovasi asal US, dan Eropa. dr. Rika sendiri memang tertarik pada kecantikan berkiblatkan Korea, Eropa, dan US. Masing-masing punya kelebihan dan keunggulan tersendiri. Terdapat perbedaan dari tiap masing-masing jenis perawatan kecantikan.

dr. Rika Sukono mempelajari berbagai macam prosedur medis. Itu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilannya. Di antaranya:

  • Perawatan dengan memanfaatkan teknologi laser
  • Tindakan facial
  • Filler
  • Botox
  • Tarik benang atau thread lift
  • Slimming dan
  • Perawatan anti aging tanpa pembedahan.

Hingga kini dirinya juga masih aktif mengikuti seminar hingga workshop. Kegiatan untuk mengasah skill dan meningkatkan kemampuannya. Ia juga aktif mengikuti pelatihan bersama seluruh dokter estetika di Singapura.

Melayani Sepenuh Hati

“Melayani dengan sepenuh hati” begitulah cara dr. Rika dalam melayani pasiennya. Dokter cantik ini memperlakukan pasien layaknya teman atau sahabat. Ia selalu menyempatkan waktu untuk mengobrol atau konsultasi dengan pasien. Semua dilakukan agar pasien bisa lebih leluasa mengutarakan kendala dan keluhan yang mereka alami.

Komunikasi dan Kerjasama dengan Pasien

“Masalah kulit yang dialami masing-masing pasien itu berbeda. Makanya saya selalu meluangkan waktu untuk konsultasi dengan pasien. Meski hanya beberapa menit saja. Misalnya, apa yang mereka inginkan dan kendala yang mereka temukan selama perawatan apa saja. Sebagai dokter estetika saya akan menyarankan apa yang sebenarnya mereka butuhkan,” ujar dr. Rika Sukono.

Dirinya akan memberikan rekomendasi untuk pencerahan wajah ataupun botox. Untuk Skin Booster, dirinya akan merekomendasikan perawatan inovasi Korea. Karena untuk orang Indonesia memang lebih cocok secara fermentasi Korea. Namun jika tertarik melakukan Filler, dr. rika akan berkiblat pada perawatan US. Perawatan Korea untuk treatment tanam benang.

“Akan tidak cocok jika misalnya menginginkan hidung mancung seperti orang Amerika. Struktur wajah kita (Indonesia) akan cocok jika mancung seperti orang Korea,” sebutnya.

Mengubah mindset perempuan Indonesia

Klinik Beauty Plus telah menjadi tempat prakter dr. Rika sejak 2019 silam. Dirinya menemukan tantangan tersendiri. Salah satunya mengubah mindset perempuan Indonesia yang mayoritas masih ingin hasil yang instan. Padahal untuk mendapatkan hasil maksimal dan sempurna perlu dilakukan perawatan rutin. Karena begitulah cara orang Korea dalam mendapatkan bentuk wajah dan tubuh yang ideal.

Dirinya tidak kehabisan akal untuk membujuk pasiennya agar bisa bekerja sama. Meski sering bertemu pasien yang ‘bandel’. Semua itu untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai keinginan pasien itu sendiri.

“Saya tidak mau menekan. Apalagi membuat mereka merasa tertekan dengan perawatan yang dilakukannya. Saya lebih kepada teori menimbulkan kesadaran dari pasien serta meminta kerja sama dari kedua pihak,” ucapnya.

Menurut dr. Rika kerja sama itu penting. Apapun jenis perawatan maupun treatment yang dipilih membutuhkan kerjasama. Jika tidak dibarengi dengan kerja sama dari kedua belah pihak, hasilnya tidak pernah maksimal. Misalnya pada perawatan body slimming. Si pasien perlu menjaga pola makan sesuai anjuran serta berolahraga. Supaya tentunya semua perawatan tidak akan sia-sia.

Selain “Melayani dengan sepenuh hati”, dr. Rika tidak ingin hubungannya dengan pasien kaku dan canggung. Karakternya yang serius tapi santai ini menjadikan semua pasien-pasiennya sangat dekat dengan dokter cantik 29 tahun ini.

Leave A Comment