fbpx

Vagina Bau, penyebab dan Cara mengatasinya

Penyebab Vagina Bau dan Cara mengatasinya

Vagina merupakan organ penting dalam tubuh. Di mana, ia memiliki aroma yang cukup unik. Yang paling menarik adalah, tiap wanita mempunyai aroma vagina yang berbeda-beda. Untuk aroma yang sehat umumnya agak asam, namun tidak menyengat. Tapi ketika aroma vagina justru sudah terasa bau amis, busuk, dan bertahan dalam waktu yang lama, tentu hal ini bisa menjadi indikasi terdapat masalah pada organ vagina.

Penyebab Vagina Bau

Secara umum, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko aroma vagina Anda menjadi bau. Seperti jarang mengganti celana dalam, mengonsumsi makanan yang aromanya menyengat, dan lain sebagainya. Nanti akan kita bahas. Aroma layaknya cuka menjadi salah satu tanda, bahwa vagina dalam kondisi normal atau sehat. Karena aroma tersebut berasal dari bakteri yang hidup dalam vagina. Bahkan, lingkungan vagina dengan PH yang asam dapat mencegah terjadinya infeksi.  Sementara ketika kadar asamnya terganggu maka sangat rentan terserang penyakit.

Trikomoniasis

Penyebab yang pertama adalah trikomoniasis. Jadi, parasit adalah penyebab infeksi trikomoniasis ini. Trikomoniasis adalah salah satu infeksi menular seksual yang paling umum. Yang menjadi faktor risiko adalah ketika mempunyai banyak pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom ketika berhubungan seks. Trikomoniasis menyebabkan keputihan berbau busuk, gatal pada alat kelamin pada wanita, merasa nyeri ketika buang air kecil. Sementara pada pria biasanya tidak menimbulkan gejala. Kompilasi yang bisa terjadi ialah risiko persalinan prematur bagi ibu yang hamil.

Infeksi Jamur

Jamur vagina adalah infeksi jamur yang menyebabkan iritasi, keluarnya cairan dan rasa gatal yang hebat pada vagina dan vulva. Hal ini terkenal dengan nama kandidiasis vagina. Di mana penyebab infeksi jamur ini adalah jamur Candida. Infeksi jamur vagina termasuk sebagai sexual transmitted diasease. Tapi, peningkatan risiko infeksi jamur ini bisa menyebabkan vagina menjadi bau.

Jarang mengganti pakaian dalam

Keberadaan vagina tentu sangat penting, sehingga harus dijaga dan dirawat dengan baik. Layaknya Anda merawat dan menjaga bagian tubuh yang lain. Ketika Anda jarang mengganti pakaian dalam, maka bisa membuat vagina berjamur sehingga bakteri yang tidak baik ikut menempel. Hal ini karena kondisinya yang selalu lembap. Terutama usai melakukan aktivitas yang menyebabkan keringat Anda sangat banyak.  Ketika kebiasaan tidak baik ini dibiarkan terus menerus, dan Anda tidak berusaha untuk mengubahnya, maka bisa membuat vagina Anda beraroma tidak sedap. Maka, cobalah untuk menggantinya secara rutin. Paling tidak, Anda bisa menggantinya sehari dua kali. Selain itu, jangan lupa untuk memperhatikan kondisi celana dalam. Pilihlah celana dalam yang tidak begitu ketat, dan bahannya bisa menyerap keringat. Jangan malah sebaliknya. Mitos tentang vagina loggar banyak juga mempengaruhi wanita.

Mengonsumsi makanan yang beraroma menyengat

Penyebab lainnya ialah karena Anda mengonsumsi makanan yang aromanya menyengat. Adapun contoh makanan yang bisa menyebabkan aroma vagina menjadi bau adalah bawang merah, bawang putih, asparagus, ataupun makanan yang berbumbu kari. Jadi, ketika Anda mulai mengurangi mengonsumsi makan-makanan tersebut dan mengatur porsinya, sudah pasti dapat mengurangi bau menyengat yang berlebih. Termasuk vagina Anda.

Selain ke empat penyebab tersebut, masih terdapat berbagai penyebab lain. Seperti usai haid atau menstruasi, infeksi bakteri perubahan hormon, tengah mengonsumsi obat-obatan tertentu, dan lain sebagainya. Maka mulai dari sekarang, agar aroma vagina Anda tidak terlalu menyengat, Anda bisa mencoba beberapa cara di atas. Lakukan caranya dengan baik dan benar. Semoga bermanfaat.

Leave A Comment